Donat : Camilan Legendaris dengan Sejarah Panjang dan Ragam Budaya dari Masa ke Masa yang Mendunia


Admin Danar Food 2 minggu yang lalu

Temukan sejarah menarik donat dari asal-usul Belanda hingga populer secara global. Jelajahi fakta unik, brand terkenal, donat kampung Indonesia, hingga tips membuat donat empuk dan lezat.
Donat : Camilan Legendaris dengan Sejarah Panjang dan Ragam Budaya dari Masa ke Masa yang Mendunia
Donat merupakan salah satu camilan populer yang digemari di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, berkat rasa manisnya yang khas dan teksturnya yang lembut. Dibuat dari campuran tepung terigu, gula, telur, dan mentega, donat digoreng hingga berwarna keemasan dan umumnya berbentuk cincin dengan lubang di tengah, meski ada pula yang tanpa lubang dengan isian seperti selai, jeli, atau custard. Walaupun sekilas bentuknya menyerupai bagel, donat memiliki bahan dasar, proses pembuatan, dan penyajian yang berbeda, menjadikannya sajian yang unik dan terus berkembang dengan berbagai inovasi rasa serta topping.
Asal Usul dan Sejarah Donat
Asal usul donat masih menjadi bahan perdebatan di kalangan sejarawan kuliner. Salah satu teori populer menyebutkan bahwa donat berasal dari imigran Belanda yang datang ke Amerika Utara pada abad ke-17 dan membawa serta makanan manis bernama “olykoeks” atau “oil cakes” (kue berminyak), yakni adonan manis yang digoreng. Di sisi lain, terdapat cerita dari Kapten Hanson Gregory, seorang pelaut asal Denmark, yang diklaim secara tidak sengaja menciptakan bentuk donat berlubang pada tahun 1847 dengan cara menusukkan adonan ke roda kemudi kapal agar matang lebih merata saat digoreng—sebuah inovasi yang kemudian menjadi ciri khas donat modern.
 
Istilah “donat” berasal dari kata dalam bahasa Inggris, yaitu “doughnut,” yang pertama kali tercatat dalam literatur melalui buku History of New York karya Washington Irving pada tahun 1809. Nama tersebut mengacu pada bentuk awal donat yang menyerupai bola adonan kecil dengan isian kacang (nut). Seiring berjalannya waktu, ejaan “donut” mulai digunakan secara luas, terutama di Amerika Serikat, sebagai bentuk yang lebih ringkas dan komersial. Kini, donat telah berkembang menjadi makanan global dengan berbagai variasi bentuk, rasa, dan teknik penyajian di berbagai budaya.
 
Fakta Menarik Tentang Donat yang Jarang Diketahui
Donat adalah salah satu camilan manis yang sangat populer di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Bentuknya yang khas bulat dengan lubang di tengah dan teksturnya yang lembut menjadikan donat sebagai pilihan makanan ringan yang disukai banyak orang dari berbagai usia. Namun, di balik kesederhanaan tampilannya, ternyata donat menyimpan banyak fakta menarik yang tidak diketahui oleh banyak orang. Berikut adalah beberapa di antaranya:
 
1. Hari Donat Nasional
Saking populernya, donat bahkan memiliki hari peringatannya sendiri yang disebut National Donut Day. Hari spesial ini dirayakan setiap hari Jumat pertama di bulan Juni di Amerika Serikat, dan umumnya jatuh pada tanggal 7 Juni. Perayaan ini awalnya diadakan untuk menghormati para wanita dari organisasi Salvation Army yang membagikan donat kepada tentara Amerika selama Perang Dunia I. Hingga kini, banyak toko donat di Amerika memberikan donat gratis atau diskon khusus dalam rangka memperingati hari ini.
 
2. Awalnya Disebut “Oily Cakes”
Nama “donat” bukanlah nama asli dari camilan ini. Pada awalnya, makanan ini dikenal dengan sebutan “oily cakes” yang secara harfiah berarti “kue berminyak”. Nama ini berasal dari cara pembuatannya yang digoreng dalam minyak panas. Donat dibawa ke wilayah New York oleh para imigran Belanda ketika kota tersebut masih bernama New Amsterdam. Bahasa Belanda yang mendominasi saat itu turut mempengaruhi penyebutan makanan ini. Istilah “donat” sendiri berasal dari kata “do nut” dalam bahasa Inggris, yang berarti “perdebatan mengenai penggunaan kacang dalam adonan donat.” Dari perdebatan itulah akhirnya tercetus nama "donut" yang dalam ejaan Indonesia dikenal sebagai "donat".
 
3. Bentuk Awalnya Tidak Berlubang di Tengah
Donat yang kita kenal sekarang umumnya memiliki lubang di tengah, tetapi bentuk awal donat sebenarnya padat tanpa lubang. Menurut cerita, seorang wanita bernama Elizabeth Gregory dari New England pada abad ke-19 membuat adonan donat untuk anaknya yang akan berlayar. Anak laki-lakinya kemudian membuat lubang di tengah adonan dengan menggunakan jari-jari roda kapal agar bagian tengahnya juga matang dengan sempurna. Sejak saat itu, bentuk donat berlubang mulai populer dan menjadi ciri khas hingga sekarang.
 
4. Berkaitan dengan Perang Dunia I
Donat memiliki peran sejarah yang cukup unik karena pernah menjadi simbol dalam Perang Dunia I. Organisasi Salvation Army, yang merupakan lembaga amal dan gereja Kristen yang berbasis di London, membagikan donat kepada para tentara sebagai bentuk dukungan moral dan semangat. Donat dianggap mudah dibuat, enak, dan bisa dinikmati dalam kondisi apapun. Selain itu, mesin pembuat donat pertama yang dibuat oleh seorang pria asal Rusia bernama Adolph Levitt memungkinkan produksi donat secara massal untuk kebutuhan perang saat itu.
 
5. Amerika Serikat, Konsumen Donat Terbesar Dunia
Amerika Serikat dikenal sebagai negara penggemar donat terbesar di dunia. Setiap tahunnya, lebih dari 10 miliar donat diproduksi dan dikonsumsi di negara tersebut. Salah satu perusahaan ternama yang memproduksi donat dalam jumlah besar adalah LaMar’s Donuts yang mampu menghasilkan sekitar 17 juta donat per tahun. Tidak heran jika toko donat sangat mudah ditemukan di hampir setiap sudut kota di Amerika.
 
6. Donat Termahal di Dunia
Donat ternyata juga bisa menjadi makanan mewah. Donat termahal di dunia pernah dibuat oleh Krispy Kreme, salah satu brand donat terkenal dari Amerika Serikat. Donat ini dijual dengan harga lebih dari 1.000 USD. Apa yang membuatnya begitu mahal? Donat ini dilapisi dengan daun emas 24 karat, dihiasi dengan serpihan berlian yang bisa dimakan, dan diisi dengan jeli dari sampanye Dom Pérignon. Donat ini lebih sering dijadikan sebagai simbol kemewahan daripada camilan biasa.
 
7. Variasi Modern yang Semakin Inovatif
Seiring perkembangan zaman, donat juga mengalami banyak inovasi. Tidak hanya dalam bentuknya yang sekarang bisa berbentuk hati, bunga, bahkan kotak, tetapi juga dalam rasa dan topping-nya. Donat modern hadir dengan berbagai rasa seperti green tea, red velvet, tiramisu, hingga varian yang gurih seperti donat isi ayam dan keju. Cara penyajiannya pun semakin bervariasi ada yang dibakar, dikukus, bahkan disajikan dingin sebagai bagian dari makanan penutup.
 
Brand Donat yang Populer di Dunia dan Indonesia
Donat merupakan salah satu camilan yang sangat digemari oleh banyak orang di seluruh dunia. Dengan rasa yang manis, tekstur yang lembut, serta variasi topping yang beragam, donat telah berkembang menjadi makanan yang tak hanya sekadar camilan, tetapi juga simbol gaya hidup modern. Seiring dengan meningkatnya permintaan, berbagai brand donat bermunculan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Beberapa merek bahkan telah menjadi ikon global yang dikenal luas. Berikut ini adalah beberapa brand donat yang paling populer baik di dunia maupun di Indonesia :
 
1. Dunkin’ Donuts
Dunkin’ Donuts adalah salah satu merek donat paling ikonik di dunia yang berdiri sejak 1950 di Amerika Serikat, dan kini memiliki lebih dari 12.000 gerai secara global. Dikenal karena menyajikan beragam pilihan donat mulai dari yang klasik hingga donat isi krim dan selai, Dunkin’ juga memadukan kelezatan donat dengan kopi berkualitas sebagai daya tarik utamanya. Inovasi menu yang terus berkembang membuat pelanggan selalu menemukan hal baru setiap kali berkunjung, menjadikan Dunkin’ Donuts bukan hanya tempat membeli donat, tetapi juga pengalaman kuliner yang terus relevan di berbagai negara.
 
2. Krispy Kreme
Krispy Kreme adalah brand donat legendaris asal Amerika Serikat yang berdiri sejak 1937 dan dikenal luas berkat donat "Original Glazed"-nya yang ikonik, dengan tekstur super lembut dan lapisan glasir manis yang pas di lidah. Salah satu daya tarik utama Krispy Kreme adalah pengalaman visual di gerainya, di mana pelanggan dapat menyaksikan langsung proses pembuatan donat melalui kaca transparan, menciptakan kesan transparansi dan kualitas tinggi. Selain itu, Krispy Kreme juga rutin menghadirkan kolaborasi dengan merek ternama dan merilis donat edisi khusus untuk momen-momen spesial seperti Hari Valentine, Halloween, dan Natal, yang menambah daya tarik sekaligus memperluas pangsa pasarnya secara global.
 
3. Tim Hortons
Tim Hortons, brand donat dan kopi asal Kanada yang didirikan oleh mantan pemain hoki Tim Horton pada tahun 1964, telah menjadi ikon budaya kuliner negeri tersebut. Selain dikenal luas karena kopinya, donat Tim Hortons juga sangat digemari berkat pilihan rasa seperti Apple Fritter, Boston Cream, dan Honey Cruller, serta "Timbits" donat mini yang populer sebagai camilan ringan. Dengan ribuan gerai yang tersebar di Kanada, Amerika Serikat, dan beberapa negara lain, Tim Hortons terus mempertahankan reputasinya sebagai tempat favorit untuk menikmati kopi dan donat dalam suasana santai.
 
4. Mister Donut
Mister Donut, yang awalnya didirikan di Amerika Serikat pada tahun 1955, kini lebih dikenal sebagai merek donat ikonik di Jepang setelah diakuisisi oleh Duskin Group. Dengan beradaptasi pada selera lokal, Mister Donut menghadirkan berbagai inovasi seperti donat rasa matcha, mochi donut bertekstur kenyal, serta donat isi custard dan krim susu yang menggugah selera. Keberhasilannya dalam mempertahankan kualitas bahan dan menghadirkan varian rasa khas Asia menjadikan Mister Donut tetap populer dan dicintai di berbagai negara Asia hingga saat ini.
 
5. J.CO Donuts & Coffee
J.CO Donuts & Coffee adalah merek donat kebanggaan Indonesia yang didirikan oleh Johnny Andrean pada tahun 2005, dan sukses menarik perhatian konsumen dengan donat bertekstur lembut, topping variatif, serta nama-nama unik seperti Alcapone, Coco Loco, dan Tiramisu. Tak hanya menawarkan donat, J.CO juga menyediakan kopi dan frozen yogurt, menjadikan gerainya tempat favorit untuk bersantai. Dengan kualitas produk yang konsisten dan strategi pemasaran yang cerdas, J.CO telah berkembang pesat dan berhasil menembus pasar internasional di negara-negara seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina.
 
6. Donat Rotte Bakery
Rotte Bakery, brand bakery lokal asal Riau yang berdiri sejak 2016, berhasil mencuri perhatian pencinta kuliner dengan donatnya yang lembut, lezat, dan penuh variasi topping menggoda. Dengan pilihan rasa seperti cokelat, keju, stroberi, dan kacang, Rotte Bakery terus berinovasi mengikuti tren pasar dan selera konsumen. Kombinasi antara kualitas, harga terjangkau, dan kreativitas produk membuat Rotte Bakery tidak hanya digemari masyarakat Riau, tetapi juga tumbuh sebagai salah satu brand donat lokal yang sukses dan diperhitungkan di tengah persaingan industri bakery.
 
Donat Kampung : Kelezatan Tradisional
Donat kampung adalah versi tradisional dari donat yang diproduksi oleh industri rumahan atau usaha kecil, dengan cita rasa sederhana dan tampilan klasik yang khas. Biasanya disajikan dengan taburan gula halus atau meses, donat ini memiliki tekstur padat dan gemuk yang cukup mengenyangkan. Penjualannya dilakukan secara berkeliling menggunakan sepeda, gerobak, atau sepeda motor dengan kotak kaca atau box plastik sebagai wadah, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari di kampung. Di angkutan umum seperti bus, donat kampung bahkan dijajakan oleh pedagang asongan dengan cara unik: dibagikan ke pangkuan penumpang sebelum ditarik kembali jika tidak dibeli. Meskipun sederhana, donat kampung mencerminkan kreativitas ekonomi rakyat dan tetap bertahan di tengah gempuran makanan modern.
 
Kue Tradisional Mirip Donat di Indonesia : Cita Rasa Manis dari Masa ke Masa
Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan kuliner tradisional. Beragam jenis makanan dan kue khas daerah menjadi bagian penting dari budaya lokal yang terus dilestarikan hingga kini. Di antara berbagai jenis kue tradisional, ada beberapa yang memiliki bentuk menyerupai donat, yakni berbentuk cincin atau bulat dengan lubang di tengah. Meskipun sekilas terlihat seperti donat yang berasal dari Barat, kue-kue ini memiliki bahan dasar dan cita rasa yang berbeda dan khas Indonesia. Dua contoh menarik dari kue tradisional yang menyerupai donat adalah Jalabria dan Gandamesri.
 
- Jalabria : Donat Tradisional dari Jakarta dan Jawa Barat
Jalabria adalah kue tradisional khas Jakarta dan sebagian Jawa Barat yang menyerupai donat karena bentuknya yang bulat berlubang, namun memiliki karakteristik unik dari segi bahan dan rasa. Terbuat dari tepung ketan yang dicampur dengan gula pasir atau gula merah, Jalabria memiliki tekstur lembut dan kenyal dengan rasa manis legit yang khas, serta aroma harum dari proses penggorengan yang menghasilkan warna cokelat keemasan. Tidak seperti donat modern yang dihias topping, Jalabria disajikan polos, menonjolkan kesederhanaan dan keaslian rasa yang mencerminkan kearifan lokal. Camilan ini masih populer dalam berbagai acara keluarga dan adat, serta tetap menjadi bagian istimewa dari jajanan pasar di tengah gempuran kuliner modern.
 
- Gandamesri : Kue Cincin Mini dari Cirebon
Gandamesri adalah kue tradisional khas Cirebon yang berbentuk seperti donat mini dengan tampilan sederhana namun cita rasa yang khas dan menggoda. Dibuat dari campuran tepung beras dan gula merah, kue ini memiliki warna cokelat keemasan dengan aroma khas gula kelapa, serta tekstur yang padat namun tetap lembut saat dikunyah. Ukurannya yang kecil membuatnya praktis dinikmati dalam sekali atau dua kali gigitan, terutama saat hangat bersama secangkir teh atau kopi, menciptakan kombinasi rasa manis dan pahit yang harmonis. Meski mulai tergeser oleh camilan modern, Gandamesri masih bertahan di pasar tradisional sebagai warisan kuliner Cirebon yang sederhana namun sarat makna budaya.
 
Rahasia Donat Empuk dan Matang Sempurna Tanpa Terlalu Berminyak
Donat merupakan salah satu camilan favorit banyak orang dari berbagai kalangan usia. Teksturnya yang empuk, bagian luar yang renyah, serta variasi topping yang menggoda membuat donat selalu menjadi pilihan yang menggugah selera. Namun, tidak semua orang bisa membuat donat yang empuk dan matang merata tanpa terlalu berminyak. Salah sedikit dalam proses menggoreng atau pengolahan adonan, hasilnya bisa jauh dari harapan donat terlalu keras, mentah di dalam, atau malah menyerap banyak minyak sehingga terasa berat dan berminyak.
 
Berikut ini adalah beberapa rahasia penting agar donat buatan Anda empuk, matang sempurna, dan tetap ringan tanpa menyerap terlalu banyak minyak:
 
1. Gunakan Minyak dengan Titik Didih Tinggi
Penggunaan minyak dengan titik didih tinggi, seperti minyak canola atau minyak jagung, sangat disarankan dalam menggoreng donat karena mampu menghasilkan donat yang matang merata, tidak terlalu berminyak, dan tetap renyah di luar namun lembut di dalam. Minyak jenis ini lebih stabil saat dipanaskan, sehingga tidak mudah terurai dan meresap ke dalam adonan. Sebaliknya, menggunakan minyak kelapa sawit yang telah dipakai berulang kali justru bisa membuat donat berminyak berlebih, beraroma tengik, dan kurang segar, sehingga penting untuk selalu memperhatikan kualitas dan jenis minyak demi menjaga cita rasa dan tekstur donat yang optimal.
 
2. Pastikan Suhu Minyak Stabil
Menjaga suhu minyak tetap stabil pada kisaran 170-180°C saat menggoreng donat sangat penting untuk memastikan donat matang merata dengan tekstur yang sempurna renyah di luar dan lembut di dalam. Jika suhu terlalu panas, bagian luar donat akan cepat gosong sementara dalamnya masih mentah; sebaliknya, jika terlalu dingin, donat akan menyerap minyak berlebih dan terasa berminyak serta berat. Gunakan termometer dapur untuk mengontrol suhu, atau lakukan tes sederhana dengan memasukkan sedikit adonan ke dalam minyak jika langsung mengapung dan berbuih perlahan, berarti minyak siap digunakan. Menggoreng dengan suhu yang tepat akan menghasilkan donat yang lebih ringan, lezat, dan menarik secara visual.
 
3. Jangan Terlalu Lama Menggoreng
Menggoreng donat terlalu lama justru dapat merusak tekstur dan rasa yang diinginkan, karena donat hanya memerlukan sekitar 1-2 menit per sisi hingga berwarna keemasan dan matang sempurna. Waktu yang berlebihan akan membuat bagian luar donat menjadi keras, kering, dan lebih banyak menyerap minyak, sehingga hasil akhirnya terasa berat dan tidak selembut seharusnya. Oleh karena itu, penting untuk mengawasi waktu penggorengan dengan cermat, terutama saat mengolah dalam jumlah banyak, agar setiap donat tetap empuk, ringan, dan nikmat saat disantap.
 
4. Tiriskan dengan Benar
Meniriskan donat dengan benar setelah digoreng sangat penting untuk menjaga tekstur dan mengurangi kadar minyak berlebih; gunakan rak kawat agar udara bisa mengalir dari segala arah, mempercepat pendinginan dan mencegah bagian bawah donat menjadi lembek. Hindari menumpuk donat yang masih panas, karena uap panas yang terperangkap akan membuat permukaan bawah donat berminyak dan kehilangan kerenyahannya. Biarkan donat dingin secara alami sebelum menambahkan topping atau gula tabur, agar hasil akhirnya tetap cantik, tidak basah, dan lebih menggugah selera.
 
5. Uleni Adonan hingga Elastis
Menguleni adonan hingga elastis adalah langkah krusial untuk menghasilkan donat yang empuk dan mengembang sempurna. Adonan yang kalis dan lentur akan memiliki jaringan gluten yang baik, mampu menahan udara hasil fermentasi, dan tidak mudah robek saat ditarik. Hasilnya, donat akan mengembang dengan merata saat digoreng tanpa menyerap banyak minyak. Untuk memastikan adonan cukup elastis, lakukan "windowpane test" dengan menarik sebagian adonan hingga tipis seperti selaput tanpa robek jika berhasil, berarti adonan siap untuk proses fermentasi dan pembentukan.
 
Perbedaan Donat dan Odading : Dua Roti Goreng dengan Cita Rasa dan Karakteristik Berbeda
Roti goreng merupakan salah satu jenis kudapan yang digemari banyak orang di Indonesia. Dua jenis roti goreng yang cukup populer adalah donat dan odading. Sekilas, keduanya tampak serupa karena sama-sama terbuat dari adonan tepung dan digoreng dalam minyak panas. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, donat dan odading memiliki banyak perbedaan, mulai dari asal-usul, bahan dasar, tekstur, teknik fermentasi, hingga cita rasa. Berikut ini adalah perbedaan donat dan odading berdasarkan beberapa aspek utama.
 
1. Asal-usul
Odading merupakan salah satu makanan khas dari Jawa Barat, khususnya dari daerah Bandung. Makanan ini telah lama menjadi bagian dari jajanan tradisional masyarakat Sunda. Menariknya, odading diyakini sebagai hasil dari akulturasi budaya Belanda dan lokal, yang muncul pada masa kolonial. Nama “odading” sendiri konon berasal dari plesetan lidah orang Sunda terhadap ucapan orang Belanda.
 
Sementara itu, donat berasal dari luar negeri, tepatnya dari wilayah Eropa atau Amerika Serikat. Ada banyak versi tentang asal-usul donat, tetapi salah satu teori populer menyebut bahwa donat modern pertama kali diperkenalkan oleh imigran Belanda di Amerika. Kata “doughnut” berasal dari dua kata yaitu “dough” (adonan) dan “nut” (kacang) yang awalnya mengacu pada bentuk bulat kecil seperti kacang. Donat kemudian mengalami perkembangan pesat dan kini menjadi makanan internasional yang sangat populer.
 
2. Bahan Dasar
Meski berasal dari tempat yang berbeda, adonan dasar donat dan odading memiliki komposisi yang hampir sama. Keduanya menggunakan tepung terigu, gula, ragi, dan telur. Namun, untuk menciptakan karakteristik yang khas, masing-masing memiliki bahan tambahan tertentu.
 
Pada donat, biasanya adonan ditambahkan mentega, susu, kentang, atau labu. Bahan tambahan ini bertujuan untuk membuat tekstur donat menjadi lebih empuk, lembut, dan ringan. Bahkan, beberapa resep donat juga menggunakan bahan seperti yoghurt atau buttermilk untuk meningkatkan kelembutan.
 
Di sisi lain, odading biasanya dicampur dengan gula merah, kayu manis, atau rempah lainnya. Penambahan bahan-bahan ini memberikan aroma khas dan rasa yang lebih kompleks meskipun secara keseluruhan tetap sederhana. Bahan-bahan lokal ini juga memperkuat identitas odading sebagai jajanan tradisional yang unik.
 
3. Tekstur
Perbedaan paling mencolok antara donat dan odading adalah teksturnya. Donat memiliki tekstur yang empuk, ringan, dan fluffy. Ketika digigit, donat terasa lembut dan mudah hancur di mulut. Inilah mengapa donat sering digemari oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
 
Odading, sebaliknya, memiliki tekstur yang lebih padat dan kenyal di dalam, serta renyah di bagian luar. Tekstur ini dihasilkan dari cara penggorengan yang lebih lama dengan minyak panas. Permukaan luar odading menjadi garing dan agak keras, sedangkan bagian dalamnya tetap kenyal dan sedikit liat. Tekstur seperti ini membuat odading terasa lebih mengenyangkan.
 
4. Teknik Fermentasi
Kedua jenis makanan ini menggunakan ragi sebagai bahan pengembang, tetapi teknik fermentasinya berbeda. Donat umumnya menggunakan teknik fermentasi standar, di mana adonan dibiarkan mengembang dalam waktu yang cukup lama hingga mengembang dua kali lipat sebelum digoreng. Proses ini menghasilkan rongga udara di dalam donat yang membuat teksturnya ringan.
 
Sebaliknya, odading menggunakan fermentasi kuat. Adonan odading biasanya difermentasi dalam waktu yang lebih lama atau dengan ragi dalam jumlah lebih banyak. Teknik ini membuat adonan odading mengembang tetapi tetap memiliki tekstur yang lebih padat. Karena fermentasi yang kuat ini pula, tekstur odading cenderung lebih berat dibandingkan donat, atau dalam istilah lokal sering disebut "bantet".
 
5. Rasa
Secara rasa, donat cenderung manis dan kaya variasi karena biasanya disajikan dengan berbagai topping dan isian. Donat bisa diberi gula halus, meses cokelat, keju, bahkan isian seperti selai stroberi, krim, atau cokelat lumer. Inovasi topping donat terus berkembang, termasuk topping kekinian seperti Oreo, red velvet, matcha, dan lainnya.
 
Berbeda dengan donat, odading memiliki rasa yang lebih sederhana dan netral. Rasanya tidak terlalu manis dan biasanya tidak diberi topping. Justru kesederhanaan rasa itulah yang menjadi daya tarik odading. Cita rasa manis yang ringan dan aroma khas rempah membuat odading cocok dinikmati sebagai camilan sore ditemani teh atau kopi.
 
Jenis-Jenis Donat dari Berbagai Negara
Donat merupakan salah satu kudapan manis yang sangat digemari di seluruh dunia. Meskipun dikenal luas dengan bentuk bulat dan lubang di tengah, ternyata donat memiliki banyak variasi yang berbeda-beda tergantung dari negara asalnya. Setiap negara memiliki ciri khas, bahan, bentuk, dan rasa unik yang menjadikan donat lebih dari sekadar makanan ringan. Berikut ini adalah jenis-jenis donat dari berbagai negara yang menarik untuk dikenali :
 
1. Classic Ring Donut (Amerika Serikat)
Donat klasik dari Amerika ini mungkin adalah yang paling populer di dunia. Bentuknya bulat dengan lubang di tengah dan teksturnya lembut. Adonan donat terbuat dari tepung terigu, gula, mentega, dan telur. Topping-nya sangat beragam, mulai dari glaze manis, cokelat, hingga keju dan daging untuk versi asin.
 
2. Boston Cream Donut (Amerika Serikat)
Berbeda dengan classic ring donut, boston cream donut tidak memiliki lubang. Donat ini diisi dengan custard manis di dalamnya dan biasanya dilapisi dengan lapisan cokelat di atasnya. Teksturnya lebih kaya dan cocok untuk pencinta dessert yang creamy.
 
3. Anpan / An-Doughnut (Jepang)
Anpan adalah roti manis khas Jepang yang berisi pasta kacang merah. Versi donat dari anpan disebut an-doughnut, yang digoreng dan ditaburi gula halus. Tekstur luar renyah, sementara isiannya lembut dan manis alami dari kacang merah.
 
4. Mochi Donut (Jepang)
Mochi donut terkenal karena bentuknya yang unik seperti cincin yang tersusun dari bola-bola kecil. Terbuat dari tepung ketan, teksturnya kenyal namun tetap ringan. Biasanya diberi berbagai topping atau isian seperti matcha, cokelat, dan stroberi.
 
5. Churros Donut (Korea Selatan)
Donat satu ini merupakan perpaduan antara churros dan donat klasik. Dibuat dari adonan mentega, telur, dan tepung, kemudian digoreng dan dilapisi gula kayu manis. Churros donut sering dinikmati dengan saus celupan cokelat atau karamel.
 
6. Honey Butter Donut (Korea Selatan)
Donat ini sempat viral karena kombinasi topping madu dan mentega yang memberikan rasa manis gurih. Tampilan luar donat ini mengkilap karena campuran madu dan mentega tersebut, membuatnya terlihat sangat menggoda.
 
7. Berliner (Jerman)
Berliner adalah donat khas Jerman yang tidak memiliki lubang. Biasanya diisi dengan selai atau jelly dan ditaburi gula halus. Donat ini kerap hadir dalam perayaan seperti karnaval atau pesta akhir tahun.
 
8. Krapfen (Austria)
Mirip dengan Berliner, krapfen juga diisi dengan selai dan memiliki bentuk bulat tanpa lubang. Teksturnya lembut dan manis, serta menjadi sajian khas di berbagai perayaan di Austria.
 
9. Beignet (Prancis)
Beignet adalah donat versi Prancis yang biasanya digoreng dan disajikan dengan taburan gula halus. Bentuknya bisa persegi atau bulat, dan sering disajikan sebagai cemilan manis yang ringan.
 
10. Balushahi (India)
Balushahi adalah donat versi India yang memiliki tekstur lebih kering dan renyah. Ciri khasnya terletak pada sirup manis yang digunakan sebagai lapisan, serta penggunaan rempah-rempah khas India dalam adonannya.
 
11. Simit (Turki)
Simit adalah donat berbentuk cincin dengan taburan biji wijen. Tekstur luar garing dan bagian dalamnya lembut. Meskipun lebih mirip roti, simit sering dianggap sebagai versi donat khas Turki.
 
12. Goguma Donut (Korea Selatan)
Donat yang satu ini terbuat dari ubi manis (goguma). Teksturnya lembut dan rasanya manis alami, sangat cocok dinikmati sebagai cemilan sehat.
 
13. Paczki (Polandia)
Paczki adalah donat tanpa lubang yang berisi selai atau krim. Adonannya padat dan kaya rasa karena menggunakan mentega, telur, dan susu. Biasanya dinikmati saat perayaan pra-Paskah.
 
14. Sufganiyah (Israel)
Sufganiyah merupakan donat yang digoreng dan diisi dengan berbagai macam selai atau krim. Biasanya disajikan saat perayaan Hanukkah dan menjadi bagian penting dari tradisi kuliner Yahudi.
 
15. Jelly Donut (Berbagai Negara)
Jenis ini sangat populer di banyak negara, dengan ciri khas donat bulat yang diisi jelly buah seperti stroberi atau blueberry. Bagian luar biasanya ditaburi gula pasir.
 
16. Bomboloni (Italia)
Bomboloni adalah donat Italia yang berbentuk bulat dan diisi dengan krim, custard, atau cokelat. Biasanya digoreng hingga kecokelatan dan ditaburi gula bubuk.
 
17. Koeksisters (Afrika Selatan)
Donat yang satu ini memiliki bentuk unik karena dibuat dengan cara dikepang. Setelah digoreng, koeksisters direndam dalam sirup manis, menjadikannya renyah di luar namun lembut dan manis di dalam.
 
18. Malasadas (Portugal / Hawaii)
Malasadas adalah donat goreng tanpa lubang khas Portugal yang juga populer di Hawaii. Disajikan dengan taburan gula pasir, malasadas sangat cocok dinikmati saat hangat.
 
19. Cider Donut (Amerika Serikat)
Donat ini menggunakan sari apel dan kayu manis dalam adonannya, memberikan rasa manis yang khas. Biasanya dinikmati saat musim gugur bersama minuman panas.
 
20. Fritter (Berbagai Negara)
Fritter adalah donat yang diisi dengan buah, daging, atau makanan laut, kemudian digoreng. Tersedia dalam berbagai versi di banyak negara, fritter memberikan rasa gurih atau manis sesuai isian.
 
Jenis-Jenis Topping dan Isian Donat yang Populer dan Inovatif
Donat merupakan salah satu camilan manis yang digemari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Cita rasanya yang lembut dan manis, serta teksturnya yang empuk membuat donat menjadi pilihan favorit untuk menemani waktu santai. Namun, seiring perkembangan zaman dan selera masyarakat, donat pun mengalami berbagai inovasi, terutama pada topping dan isiannya. Mulai dari topping klasik hingga varian modern yang kreatif, berikut ini adalah pembahasan lengkap mengenai jenis-jenis topping dan isian donat.
 
1. Glaze Klasik dari Icing Sugar
Glaze klasik dari icing sugar tetap menjadi pilihan favorit dalam dunia per-donat-an karena kesederhanaannya yang tak lekang oleh waktu. Terbuat dari campuran gula halus dengan sedikit air, susu, atau jus lemon, glasur ini menghasilkan lapisan tipis mengkilap yang mempercantik tampilan donat sekaligus memberikan rasa manis yang pas di lidah. Meskipun tampil sederhana, topping ini memiliki daya tarik tersendiri dan kerap dijadikan dasar untuk berbagai inovasi rasa lainnya, menjadikannya fondasi penting dalam evolusi topping donat modern.
 
2. Glaze Modern dengan Aneka Rasa
Inovasi dalam dunia donat kini semakin menarik dengan hadirnya glaze modern yang menawarkan beragam rasa dan tampilan yang menggugah selera. Jika dulu glasur hanya berupa lapisan gula sederhana, kini tersedia varian seperti cokelat dalam berbagai jenis, matcha yang unik dan sedikit pahit, tiramisu dengan sentuhan elegan kopi dan mascarpone, serta rasa buah seperti stroberi dan blueberry yang segar dan berwarna cerah. Tak hanya memanjakan lidah, topping ini juga diperkaya dengan taburan meses, sprinkle, kacang, keju, atau crumble biskuit, menjadikan setiap donat tak hanya lezat tapi juga cantik dan kekinian.
 
3. Donat Tanpa Lubang : Donat Isi yang Kaya Rasa
Donat tanpa lubang atau donat isi semakin populer karena menawarkan kejutan rasa di setiap gigitannya, menjadikannya favorit banyak pencinta camilan. Tidak berbentuk cincin seperti donat tradisional, varian ini hadir dengan beragam isian yang menggoda, mulai dari selai buah seperti stroberi dan blueberry yang manis-asam menyegarkan, hingga custard cream lembut dengan rasa vanilla atau karamel. Ada juga chocolate cremeux yang kental dan mewah, serta kombinasi keju dan krim keju yang memberikan sentuhan gurih-manis yang unik. Inovasi ini memperkaya pengalaman menikmati donat dengan pilihan rasa yang lebih beragam dan memanjakan lidah.
 
4. Donat Savory : Inovasi Donat Asin yang Makin Digemari
Tren donat savory atau donat asin kini semakin digemari sebagai alternatif unik dari donat manis yang biasa dikenal masyarakat. Inovator kuliner menghadirkan kreasi gurih dengan isian seperti daging asap, ayam suwir, sosis, hingga telur dan mayonnaise, serta topping saus keju atau sambal khas lokal yang menambah cita rasa menggoda. Donat jenis ini menawarkan pengalaman baru bagi pencinta camilan yang ingin sensasi rasa berbeda, sekaligus memperluas pasar donat dengan pilihan rasa yang lebih variatif dan menggugah selera.
 
5. Inovasi Bentuk Donat yang Semakin Kreatif
Inovasi dalam dunia donat kini tidak hanya terbatas pada topping dan isian, tetapi juga merambah ke bentuk yang semakin kreatif dan beragam. Dari yang dulunya hanya berbentuk bulat dengan lubang di tengah, kini hadir donat kotak yang bisa diisi dan disusun seperti sandwich, hingga donat berbentuk huruf dan angka yang cocok untuk perayaan ulang tahun atau momen spesial lainnya. Ada pula donat berbentuk binatang atau karakter kartun yang menarik perhatian anak-anak, serta variasi ukuran seperti mini donuts dan donat jumbo yang disesuaikan dengan kebutuhan acara. Bentuk-bentuk unik ini tidak hanya menambah daya tarik visual, tetapi juga membuka peluang ekspresi dan inovasi tanpa batas bagi para pembuat donat.
 
Kesimpulan
Donat adalah camilan legendaris yang telah melewati perjalanan panjang lintas budaya dan zaman, dari “olykoeks” Belanda hingga menjadi sajian global dengan beragam inovasi. Dengan bentuk klasik berlubang atau berisi, donat bukan hanya makanan manis yang digemari, tetapi juga simbol sejarah, tradisi, dan kreativitas kuliner.
 
Dari sejarah yang terkait dengan Perang Dunia I hingga penciptaan mesin produksi massal oleh Adolph Levitt, donat memiliki peran unik dalam budaya populer. Keberadaannya kini menjelma dalam bentuk modern seperti mochi donut, an-doughnut, dan berbagai topping kreatif mulai dari matcha hingga isian gurih.
 
Indonesia pun memiliki peran khusus dalam melestarikan dan memodifikasi donat, baik melalui UMKM seperti donat kampung maupun brand nasional seperti J.CO. Bahkan, kue tradisional seperti jalabria dan gandamesri menunjukkan adanya cita rasa lokal yang serupa dengan donat.
 
Secara keseluruhan, donat bukan sekadar camilan, tetapi juga bagian dari warisan kuliner dunia yang terus berkembang dan beradaptasi, mencerminkan kekayaan budaya dan selera masyarakat dari masa ke masa.
Asal Usul dan Sejarah Donat
Asal usul donat masih menjadi bahan perdebatan di kalangan sejarawan kuliner. Salah satu teori populer menyebutkan bahwa donat berasal dari imigran Belanda yang datang ke Amerika Utara pada abad ke-17 dan membawa serta makanan manis bernama “olykoeks” atau “oil cakes” (kue berminyak), yakni adonan manis yang digoreng. Di sisi lain, terdapat cerita dari Kapten Hanson Gregory, seorang pelaut asal Denmark, yang diklaim secara tidak sengaja menciptakan bentuk donat berlubang pada tahun 1847 dengan cara menusukkan adonan ke roda kemudi kapal agar matang lebih merata saat digoreng—sebuah inovasi yang kemudian menjadi ciri khas donat modern.
 
Istilah “donat” berasal dari kata dalam bahasa Inggris, yaitu “doughnut,” yang pertama kali tercatat dalam literatur melalui buku History of New York karya Washington Irving pada tahun 1809. Nama tersebut mengacu pada bentuk awal donat yang menyerupai bola adonan kecil dengan isian kacang (nut). Seiring berjalannya waktu, ejaan “donut” mulai digunakan secara luas, terutama di Amerika Serikat, sebagai bentuk yang lebih ringkas dan komersial. Kini, donat telah berkembang menjadi makanan global dengan berbagai variasi bentuk, rasa, dan teknik penyajian di berbagai budaya.
 
Fakta Menarik Tentang Donat yang Jarang Diketahui
Donat adalah salah satu camilan manis yang sangat populer di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Bentuknya yang khas bulat dengan lubang di tengah dan teksturnya yang lembut menjadikan donat sebagai pilihan makanan ringan yang disukai banyak orang dari berbagai usia. Namun, di balik kesederhanaan tampilannya, ternyata donat menyimpan banyak fakta menarik yang tidak diketahui oleh banyak orang. Berikut adalah beberapa di antaranya:
 
1. Hari Donat Nasional
Saking populernya, donat bahkan memiliki hari peringatannya sendiri yang disebut National Donut Day. Hari spesial ini dirayakan setiap hari Jumat pertama di bulan Juni di Amerika Serikat, dan umumnya jatuh pada tanggal 7 Juni. Perayaan ini awalnya diadakan untuk menghormati para wanita dari organisasi Salvation Army yang membagikan donat kepada tentara Amerika selama Perang Dunia I. Hingga kini, banyak toko donat di Amerika memberikan donat gratis atau diskon khusus dalam rangka memperingati hari ini.
 
2. Awalnya Disebut “Oily Cakes”
Nama “donat” bukanlah nama asli dari camilan ini. Pada awalnya, makanan ini dikenal dengan sebutan “oily cakes” yang secara harfiah berarti “kue berminyak”. Nama ini berasal dari cara pembuatannya yang digoreng dalam minyak panas. Donat dibawa ke wilayah New York oleh para imigran Belanda ketika kota tersebut masih bernama New Amsterdam. Bahasa Belanda yang mendominasi saat itu turut mempengaruhi penyebutan makanan ini. Istilah “donat” sendiri berasal dari kata “do nut” dalam bahasa Inggris, yang berarti “perdebatan mengenai penggunaan kacang dalam adonan donat.” Dari perdebatan itulah akhirnya tercetus nama "donut" yang dalam ejaan Indonesia dikenal sebagai "donat".
 
3. Bentuk Awalnya Tidak Berlubang di Tengah
Donat yang kita kenal sekarang umumnya memiliki lubang di tengah, tetapi bentuk awal donat sebenarnya padat tanpa lubang. Menurut cerita, seorang wanita bernama Elizabeth Gregory dari New England pada abad ke-19 membuat adonan donat untuk anaknya yang akan berlayar. Anak laki-lakinya kemudian membuat lubang di tengah adonan dengan menggunakan jari-jari roda kapal agar bagian tengahnya juga matang dengan sempurna. Sejak saat itu, bentuk donat berlubang mulai populer dan menjadi ciri khas hingga sekarang.
 
4. Berkaitan dengan Perang Dunia I
Donat memiliki peran sejarah yang cukup unik karena pernah menjadi simbol dalam Perang Dunia I. Organisasi Salvation Army, yang merupakan lembaga amal dan gereja Kristen yang berbasis di London, membagikan donat kepada para tentara sebagai bentuk dukungan moral dan semangat. Donat dianggap mudah dibuat, enak, dan bisa dinikmati dalam kondisi apapun. Selain itu, mesin pembuat donat pertama yang dibuat oleh seorang pria asal Rusia bernama Adolph Levitt memungkinkan produksi donat secara massal untuk kebutuhan perang saat itu.
 
5. Amerika Serikat, Konsumen Donat Terbesar Dunia
Amerika Serikat dikenal sebagai negara penggemar donat terbesar di dunia. Setiap tahunnya, lebih dari 10 miliar donat diproduksi dan dikonsumsi di negara tersebut. Salah satu perusahaan ternama yang memproduksi donat dalam jumlah besar adalah LaMar’s Donuts yang mampu menghasilkan sekitar 17 juta donat per tahun. Tidak heran jika toko donat sangat mudah ditemukan di hampir setiap sudut kota di Amerika.
 
6. Donat Termahal di Dunia
Donat ternyata juga bisa menjadi makanan mewah. Donat termahal di dunia pernah dibuat oleh Krispy Kreme, salah satu brand donat terkenal dari Amerika Serikat. Donat ini dijual dengan harga lebih dari 1.000 USD. Apa yang membuatnya begitu mahal? Donat ini dilapisi dengan daun emas 24 karat, dihiasi dengan serpihan berlian yang bisa dimakan, dan diisi dengan jeli dari sampanye Dom Pérignon. Donat ini lebih sering dijadikan sebagai simbol kemewahan daripada camilan biasa.
 
7. Variasi Modern yang Semakin Inovatif
Seiring perkembangan zaman, donat juga mengalami banyak inovasi. Tidak hanya dalam bentuknya yang sekarang bisa berbentuk hati, bunga, bahkan kotak, tetapi juga dalam rasa dan topping-nya. Donat modern hadir dengan berbagai rasa seperti green tea, red velvet, tiramisu, hingga varian yang gurih seperti donat isi ayam dan keju. Cara penyajiannya pun semakin bervariasi ada yang dibakar, dikukus, bahkan disajikan dingin sebagai bagian dari makanan penutup.
 
Brand Donat yang Populer di Dunia dan Indonesia
Donat merupakan salah satu camilan yang sangat digemari oleh banyak orang di seluruh dunia. Dengan rasa yang manis, tekstur yang lembut, serta variasi topping yang beragam, donat telah berkembang menjadi makanan yang tak hanya sekadar camilan, tetapi juga simbol gaya hidup modern. Seiring dengan meningkatnya permintaan, berbagai brand donat bermunculan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Beberapa merek bahkan telah menjadi ikon global yang dikenal luas. Berikut ini adalah beberapa brand donat yang paling populer baik di dunia maupun di Indonesia :
 
1. Dunkin’ Donuts
Dunkin’ Donuts adalah salah satu merek donat paling ikonik di dunia yang berdiri sejak 1950 di Amerika Serikat, dan kini memiliki lebih dari 12.000 gerai secara global. Dikenal karena menyajikan beragam pilihan donat mulai dari yang klasik hingga donat isi krim dan selai, Dunkin’ juga memadukan kelezatan donat dengan kopi berkualitas sebagai daya tarik utamanya. Inovasi menu yang terus berkembang membuat pelanggan selalu menemukan hal baru setiap kali berkunjung, menjadikan Dunkin’ Donuts bukan hanya tempat membeli donat, tetapi juga pengalaman kuliner yang terus relevan di berbagai negara.
 
2. Krispy Kreme
Krispy Kreme adalah brand donat legendaris asal Amerika Serikat yang berdiri sejak 1937 dan dikenal luas berkat donat "Original Glazed"-nya yang ikonik, dengan tekstur super lembut dan lapisan glasir manis yang pas di lidah. Salah satu daya tarik utama Krispy Kreme adalah pengalaman visual di gerainya, di mana pelanggan dapat menyaksikan langsung proses pembuatan donat melalui kaca transparan, menciptakan kesan transparansi dan kualitas tinggi. Selain itu, Krispy Kreme juga rutin menghadirkan kolaborasi dengan merek ternama dan merilis donat edisi khusus untuk momen-momen spesial seperti Hari Valentine, Halloween, dan Natal, yang menambah daya tarik sekaligus memperluas pangsa pasarnya secara global.
 
3. Tim Hortons
Tim Hortons, brand donat dan kopi asal Kanada yang didirikan oleh mantan pemain hoki Tim Horton pada tahun 1964, telah menjadi ikon budaya kuliner negeri tersebut. Selain dikenal luas karena kopinya, donat Tim Hortons juga sangat digemari berkat pilihan rasa seperti Apple Fritter, Boston Cream, dan Honey Cruller, serta "Timbits" donat mini yang populer sebagai camilan ringan. Dengan ribuan gerai yang tersebar di Kanada, Amerika Serikat, dan beberapa negara lain, Tim Hortons terus mempertahankan reputasinya sebagai tempat favorit untuk menikmati kopi dan donat dalam suasana santai.
 
4. Mister Donut
Mister Donut, yang awalnya didirikan di Amerika Serikat pada tahun 1955, kini lebih dikenal sebagai merek donat ikonik di Jepang setelah diakuisisi oleh Duskin Group. Dengan beradaptasi pada selera lokal, Mister Donut menghadirkan berbagai inovasi seperti donat rasa matcha, mochi donut bertekstur kenyal, serta donat isi custard dan krim susu yang menggugah selera. Keberhasilannya dalam mempertahankan kualitas bahan dan menghadirkan varian rasa khas Asia menjadikan Mister Donut tetap populer dan dicintai di berbagai negara Asia hingga saat ini.
 
5. J.CO Donuts & Coffee
J.CO Donuts & Coffee adalah merek donat kebanggaan Indonesia yang didirikan oleh Johnny Andrean pada tahun 2005, dan sukses menarik perhatian konsumen dengan donat bertekstur lembut, topping variatif, serta nama-nama unik seperti Alcapone, Coco Loco, dan Tiramisu. Tak hanya menawarkan donat, J.CO juga menyediakan kopi dan frozen yogurt, menjadikan gerainya tempat favorit untuk bersantai. Dengan kualitas produk yang konsisten dan strategi pemasaran yang cerdas, J.CO telah berkembang pesat dan berhasil menembus pasar internasional di negara-negara seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina.
 
6. Donat Rotte Bakery
Rotte Bakery, brand bakery lokal asal Riau yang berdiri sejak 2016, berhasil mencuri perhatian pencinta kuliner dengan donatnya yang lembut, lezat, dan penuh variasi topping menggoda. Dengan pilihan rasa seperti cokelat, keju, stroberi, dan kacang, Rotte Bakery terus berinovasi mengikuti tren pasar dan selera konsumen. Kombinasi antara kualitas, harga terjangkau, dan kreativitas produk membuat Rotte Bakery tidak hanya digemari masyarakat Riau, tetapi juga tumbuh sebagai salah satu brand donat lokal yang sukses dan diperhitungkan di tengah persaingan industri bakery.
 
Donat Kampung : Kelezatan Tradisional
Donat kampung adalah versi tradisional dari donat yang diproduksi oleh industri rumahan atau usaha kecil, dengan cita rasa sederhana dan tampilan klasik yang khas. Biasanya disajikan dengan taburan gula halus atau meses, donat ini memiliki tekstur padat dan gemuk yang cukup mengenyangkan. Penjualannya dilakukan secara berkeliling menggunakan sepeda, gerobak, atau sepeda motor dengan kotak kaca atau box plastik sebagai wadah, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari di kampung. Di angkutan umum seperti bus, donat kampung bahkan dijajakan oleh pedagang asongan dengan cara unik: dibagikan ke pangkuan penumpang sebelum ditarik kembali jika tidak dibeli. Meskipun sederhana, donat kampung mencerminkan kreativitas ekonomi rakyat dan tetap bertahan di tengah gempuran makanan modern.
 
Kue Tradisional Mirip Donat di Indonesia : Cita Rasa Manis dari Masa ke Masa
Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan kuliner tradisional. Beragam jenis makanan dan kue khas daerah menjadi bagian penting dari budaya lokal yang terus dilestarikan hingga kini. Di antara berbagai jenis kue tradisional, ada beberapa yang memiliki bentuk menyerupai donat, yakni berbentuk cincin atau bulat dengan lubang di tengah. Meskipun sekilas terlihat seperti donat yang berasal dari Barat, kue-kue ini memiliki bahan dasar dan cita rasa yang berbeda dan khas Indonesia. Dua contoh menarik dari kue tradisional yang menyerupai donat adalah Jalabria dan Gandamesri.
 
- Jalabria : Donat Tradisional dari Jakarta dan Jawa Barat
Jalabria adalah kue tradisional khas Jakarta dan sebagian Jawa Barat yang menyerupai donat karena bentuknya yang bulat berlubang, namun memiliki karakteristik unik dari segi bahan dan rasa. Terbuat dari tepung ketan yang dicampur dengan gula pasir atau gula merah, Jalabria memiliki tekstur lembut dan kenyal dengan rasa manis legit yang khas, serta aroma harum dari proses penggorengan yang menghasilkan warna cokelat keemasan. Tidak seperti donat modern yang dihias topping, Jalabria disajikan polos, menonjolkan kesederhanaan dan keaslian rasa yang mencerminkan kearifan lokal. Camilan ini masih populer dalam berbagai acara keluarga dan adat, serta tetap menjadi bagian istimewa dari jajanan pasar di tengah gempuran kuliner modern.
 
- Gandamesri : Kue Cincin Mini dari Cirebon
Gandamesri adalah kue tradisional khas Cirebon yang berbentuk seperti donat mini dengan tampilan sederhana namun cita rasa yang khas dan menggoda. Dibuat dari campuran tepung beras dan gula merah, kue ini memiliki warna cokelat keemasan dengan aroma khas gula kelapa, serta tekstur yang padat namun tetap lembut saat dikunyah. Ukurannya yang kecil membuatnya praktis dinikmati dalam sekali atau dua kali gigitan, terutama saat hangat bersama secangkir teh atau kopi, menciptakan kombinasi rasa manis dan pahit yang harmonis. Meski mulai tergeser oleh camilan modern, Gandamesri masih bertahan di pasar tradisional sebagai warisan kuliner Cirebon yang sederhana namun sarat makna budaya.
 
Rahasia Donat Empuk dan Matang Sempurna Tanpa Terlalu Berminyak
Donat merupakan salah satu camilan favorit banyak orang dari berbagai kalangan usia. Teksturnya yang empuk, bagian luar yang renyah, serta variasi topping yang menggoda membuat donat selalu menjadi pilihan yang menggugah selera. Namun, tidak semua orang bisa membuat donat yang empuk dan matang merata tanpa terlalu berminyak. Salah sedikit dalam proses menggoreng atau pengolahan adonan, hasilnya bisa jauh dari harapan donat terlalu keras, mentah di dalam, atau malah menyerap banyak minyak sehingga terasa berat dan berminyak.
 
Berikut ini adalah beberapa rahasia penting agar donat buatan Anda empuk, matang sempurna, dan tetap ringan tanpa menyerap terlalu banyak minyak:
 
1. Gunakan Minyak dengan Titik Didih Tinggi
Penggunaan minyak dengan titik didih tinggi, seperti minyak canola atau minyak jagung, sangat disarankan dalam menggoreng donat karena mampu menghasilkan donat yang matang merata, tidak terlalu berminyak, dan tetap renyah di luar namun lembut di dalam. Minyak jenis ini lebih stabil saat dipanaskan, sehingga tidak mudah terurai dan meresap ke dalam adonan. Sebaliknya, menggunakan minyak kelapa sawit yang telah dipakai berulang kali justru bisa membuat donat berminyak berlebih, beraroma tengik, dan kurang segar, sehingga penting untuk selalu memperhatikan kualitas dan jenis minyak demi menjaga cita rasa dan tekstur donat yang optimal.
 
2. Pastikan Suhu Minyak Stabil
Menjaga suhu minyak tetap stabil pada kisaran 170-180°C saat menggoreng donat sangat penting untuk memastikan donat matang merata dengan tekstur yang sempurna renyah di luar dan lembut di dalam. Jika suhu terlalu panas, bagian luar donat akan cepat gosong sementara dalamnya masih mentah; sebaliknya, jika terlalu dingin, donat akan menyerap minyak berlebih dan terasa berminyak serta berat. Gunakan termometer dapur untuk mengontrol suhu, atau lakukan tes sederhana dengan memasukkan sedikit adonan ke dalam minyak jika langsung mengapung dan berbuih perlahan, berarti minyak siap digunakan. Menggoreng dengan suhu yang tepat akan menghasilkan donat yang lebih ringan, lezat, dan menarik secara visual.
 
3. Jangan Terlalu Lama Menggoreng
Menggoreng donat terlalu lama justru dapat merusak tekstur dan rasa yang diinginkan, karena donat hanya memerlukan sekitar 1-2 menit per sisi hingga berwarna keemasan dan matang sempurna. Waktu yang berlebihan akan membuat bagian luar donat menjadi keras, kering, dan lebih banyak menyerap minyak, sehingga hasil akhirnya terasa berat dan tidak selembut seharusnya. Oleh karena itu, penting untuk mengawasi waktu penggorengan dengan cermat, terutama saat mengolah dalam jumlah banyak, agar setiap donat tetap empuk, ringan, dan nikmat saat disantap.
 
4. Tiriskan dengan Benar
Meniriskan donat dengan benar setelah digoreng sangat penting untuk menjaga tekstur dan mengurangi kadar minyak berlebih; gunakan rak kawat agar udara bisa mengalir dari segala arah, mempercepat pendinginan dan mencegah bagian bawah donat menjadi lembek. Hindari menumpuk donat yang masih panas, karena uap panas yang terperangkap akan membuat permukaan bawah donat berminyak dan kehilangan kerenyahannya. Biarkan donat dingin secara alami sebelum menambahkan topping atau gula tabur, agar hasil akhirnya tetap cantik, tidak basah, dan lebih menggugah selera.
 
5. Uleni Adonan hingga Elastis
Menguleni adonan hingga elastis adalah langkah krusial untuk menghasilkan donat yang empuk dan mengembang sempurna. Adonan yang kalis dan lentur akan memiliki jaringan gluten yang baik, mampu menahan udara hasil fermentasi, dan tidak mudah robek saat ditarik. Hasilnya, donat akan mengembang dengan merata saat digoreng tanpa menyerap banyak minyak. Untuk memastikan adonan cukup elastis, lakukan "windowpane test" dengan menarik sebagian adonan hingga tipis seperti selaput tanpa robek jika berhasil, berarti adonan siap untuk proses fermentasi dan pembentukan.
 
Perbedaan Donat dan Odading : Dua Roti Goreng dengan Cita Rasa dan Karakteristik Berbeda
Roti goreng merupakan salah satu jenis kudapan yang digemari banyak orang di Indonesia. Dua jenis roti goreng yang cukup populer adalah donat dan odading. Sekilas, keduanya tampak serupa karena sama-sama terbuat dari adonan tepung dan digoreng dalam minyak panas. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, donat dan odading memiliki banyak perbedaan, mulai dari asal-usul, bahan dasar, tekstur, teknik fermentasi, hingga cita rasa. Berikut ini adalah perbedaan donat dan odading berdasarkan beberapa aspek utama.
 
1. Asal-usul
Odading merupakan salah satu makanan khas dari Jawa Barat, khususnya dari daerah Bandung. Makanan ini telah lama menjadi bagian dari jajanan tradisional masyarakat Sunda. Menariknya, odading diyakini sebagai hasil dari akulturasi budaya Belanda dan lokal, yang muncul pada masa kolonial. Nama “odading” sendiri konon berasal dari plesetan lidah orang Sunda terhadap ucapan orang Belanda.
 
Sementara itu, donat berasal dari luar negeri, tepatnya dari wilayah Eropa atau Amerika Serikat. Ada banyak versi tentang asal-usul donat, tetapi salah satu teori populer menyebut bahwa donat modern pertama kali diperkenalkan oleh imigran Belanda di Amerika. Kata “doughnut” berasal dari dua kata yaitu “dough” (adonan) dan “nut” (kacang) yang awalnya mengacu pada bentuk bulat kecil seperti kacang. Donat kemudian mengalami perkembangan pesat dan kini menjadi makanan internasional yang sangat populer.
 
2. Bahan Dasar
Meski berasal dari tempat yang berbeda, adonan dasar donat dan odading memiliki komposisi yang hampir sama. Keduanya menggunakan tepung terigu, gula, ragi, dan telur. Namun, untuk menciptakan karakteristik yang khas, masing-masing memiliki bahan tambahan tertentu.
 
Pada donat, biasanya adonan ditambahkan mentega, susu, kentang, atau labu. Bahan tambahan ini bertujuan untuk membuat tekstur donat menjadi lebih empuk, lembut, dan ringan. Bahkan, beberapa resep donat juga menggunakan bahan seperti yoghurt atau buttermilk untuk meningkatkan kelembutan.
 
Di sisi lain, odading biasanya dicampur dengan gula merah, kayu manis, atau rempah lainnya. Penambahan bahan-bahan ini memberikan aroma khas dan rasa yang lebih kompleks meskipun secara keseluruhan tetap sederhana. Bahan-bahan lokal ini juga memperkuat identitas odading sebagai jajanan tradisional yang unik.
 
3. Tekstur
Perbedaan paling mencolok antara donat dan odading adalah teksturnya. Donat memiliki tekstur yang empuk, ringan, dan fluffy. Ketika digigit, donat terasa lembut dan mudah hancur di mulut. Inilah mengapa donat sering digemari oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
 
Odading, sebaliknya, memiliki tekstur yang lebih padat dan kenyal di dalam, serta renyah di bagian luar. Tekstur ini dihasilkan dari cara penggorengan yang lebih lama dengan minyak panas. Permukaan luar odading menjadi garing dan agak keras, sedangkan bagian dalamnya tetap kenyal dan sedikit liat. Tekstur seperti ini membuat odading terasa lebih mengenyangkan.
 
4. Teknik Fermentasi
Kedua jenis makanan ini menggunakan ragi sebagai bahan pengembang, tetapi teknik fermentasinya berbeda. Donat umumnya menggunakan teknik fermentasi standar, di mana adonan dibiarkan mengembang dalam waktu yang cukup lama hingga mengembang dua kali lipat sebelum digoreng. Proses ini menghasilkan rongga udara di dalam donat yang membuat teksturnya ringan.
 
Sebaliknya, odading menggunakan fermentasi kuat. Adonan odading biasanya difermentasi dalam waktu yang lebih lama atau dengan ragi dalam jumlah lebih banyak. Teknik ini membuat adonan odading mengembang tetapi tetap memiliki tekstur yang lebih padat. Karena fermentasi yang kuat ini pula, tekstur odading cenderung lebih berat dibandingkan donat, atau dalam istilah lokal sering disebut "bantet".
 
5. Rasa
Secara rasa, donat cenderung manis dan kaya variasi karena biasanya disajikan dengan berbagai topping dan isian. Donat bisa diberi gula halus, meses cokelat, keju, bahkan isian seperti selai stroberi, krim, atau cokelat lumer. Inovasi topping donat terus berkembang, termasuk topping kekinian seperti Oreo, red velvet, matcha, dan lainnya.
 
Berbeda dengan donat, odading memiliki rasa yang lebih sederhana dan netral. Rasanya tidak terlalu manis dan biasanya tidak diberi topping. Justru kesederhanaan rasa itulah yang menjadi daya tarik odading. Cita rasa manis yang ringan dan aroma khas rempah membuat odading cocok dinikmati sebagai camilan sore ditemani teh atau kopi.
 
Jenis-Jenis Donat dari Berbagai Negara
Donat merupakan salah satu kudapan manis yang sangat digemari di seluruh dunia. Meskipun dikenal luas dengan bentuk bulat dan lubang di tengah, ternyata donat memiliki banyak variasi yang berbeda-beda tergantung dari negara asalnya. Setiap negara memiliki ciri khas, bahan, bentuk, dan rasa unik yang menjadikan donat lebih dari sekadar makanan ringan. Berikut ini adalah jenis-jenis donat dari berbagai negara yang menarik untuk dikenali :
 
1. Classic Ring Donut (Amerika Serikat)
Donat klasik dari Amerika ini mungkin adalah yang paling populer di dunia. Bentuknya bulat dengan lubang di tengah dan teksturnya lembut. Adonan donat terbuat dari tepung terigu, gula, mentega, dan telur. Topping-nya sangat beragam, mulai dari glaze manis, cokelat, hingga keju dan daging untuk versi asin.
 
2. Boston Cream Donut (Amerika Serikat)
Berbeda dengan classic ring donut, boston cream donut tidak memiliki lubang. Donat ini diisi dengan custard manis di dalamnya dan biasanya dilapisi dengan lapisan cokelat di atasnya. Teksturnya lebih kaya dan cocok untuk pencinta dessert yang creamy.
 
3. Anpan / An-Doughnut (Jepang)
Anpan adalah roti manis khas Jepang yang berisi pasta kacang merah. Versi donat dari anpan disebut an-doughnut, yang digoreng dan ditaburi gula halus. Tekstur luar renyah, sementara isiannya lembut dan manis alami dari kacang merah.
 
4. Mochi Donut (Jepang)
Mochi donut terkenal karena bentuknya yang unik seperti cincin yang tersusun dari bola-bola kecil. Terbuat dari tepung ketan, teksturnya kenyal namun tetap ringan. Biasanya diberi berbagai topping atau isian seperti matcha, cokelat, dan stroberi.
 
5. Churros Donut (Korea Selatan)
Donat satu ini merupakan perpaduan antara churros dan donat klasik. Dibuat dari adonan mentega, telur, dan tepung, kemudian digoreng dan dilapisi gula kayu manis. Churros donut sering dinikmati dengan saus celupan cokelat atau karamel.
 
6. Honey Butter Donut (Korea Selatan)
Donat ini sempat viral karena kombinasi topping madu dan mentega yang memberikan rasa manis gurih. Tampilan luar donat ini mengkilap karena campuran madu dan mentega tersebut, membuatnya terlihat sangat menggoda.
 
7. Berliner (Jerman)
Berliner adalah donat khas Jerman yang tidak memiliki lubang. Biasanya diisi dengan selai atau jelly dan ditaburi gula halus. Donat ini kerap hadir dalam perayaan seperti karnaval atau pesta akhir tahun.
 
8. Krapfen (Austria)
Mirip dengan Berliner, krapfen juga diisi dengan selai dan memiliki bentuk bulat tanpa lubang. Teksturnya lembut dan manis, serta menjadi sajian khas di berbagai perayaan di Austria.
 
9. Beignet (Prancis)
Beignet adalah donat versi Prancis yang biasanya digoreng dan disajikan dengan taburan gula halus. Bentuknya bisa persegi atau bulat, dan sering disajikan sebagai cemilan manis yang ringan.
 
10. Balushahi (India)
Balushahi adalah donat versi India yang memiliki tekstur lebih kering dan renyah. Ciri khasnya terletak pada sirup manis yang digunakan sebagai lapisan, serta penggunaan rempah-rempah khas India dalam adonannya.
 
11. Simit (Turki)
Simit adalah donat berbentuk cincin dengan taburan biji wijen. Tekstur luar garing dan bagian dalamnya lembut. Meskipun lebih mirip roti, simit sering dianggap sebagai versi donat khas Turki.
 
12. Goguma Donut (Korea Selatan)
Donat yang satu ini terbuat dari ubi manis (goguma). Teksturnya lembut dan rasanya manis alami, sangat cocok dinikmati sebagai cemilan sehat.
 
13. Paczki (Polandia)
Paczki adalah donat tanpa lubang yang berisi selai atau krim. Adonannya padat dan kaya rasa karena menggunakan mentega, telur, dan susu. Biasanya dinikmati saat perayaan pra-Paskah.
 
14. Sufganiyah (Israel)
Sufganiyah merupakan donat yang digoreng dan diisi dengan berbagai macam selai atau krim. Biasanya disajikan saat perayaan Hanukkah dan menjadi bagian penting dari tradisi kuliner Yahudi.
 
15. Jelly Donut (Berbagai Negara)
Jenis ini sangat populer di banyak negara, dengan ciri khas donat bulat yang diisi jelly buah seperti stroberi atau blueberry. Bagian luar biasanya ditaburi gula pasir.
 
16. Bomboloni (Italia)
Bomboloni adalah donat Italia yang berbentuk bulat dan diisi dengan krim, custard, atau cokelat. Biasanya digoreng hingga kecokelatan dan ditaburi gula bubuk.
 
17. Koeksisters (Afrika Selatan)
Donat yang satu ini memiliki bentuk unik karena dibuat dengan cara dikepang. Setelah digoreng, koeksisters direndam dalam sirup manis, menjadikannya renyah di luar namun lembut dan manis di dalam.
 
18. Malasadas (Portugal / Hawaii)
Malasadas adalah donat goreng tanpa lubang khas Portugal yang juga populer di Hawaii. Disajikan dengan taburan gula pasir, malasadas sangat cocok dinikmati saat hangat.
 
19. Cider Donut (Amerika Serikat)
Donat ini menggunakan sari apel dan kayu manis dalam adonannya, memberikan rasa manis yang khas. Biasanya dinikmati saat musim gugur bersama minuman panas.
 
20. Fritter (Berbagai Negara)
Fritter adalah donat yang diisi dengan buah, daging, atau makanan laut, kemudian digoreng. Tersedia dalam berbagai versi di banyak negara, fritter memberikan rasa gurih atau manis sesuai isian.
 
Jenis-Jenis Topping dan Isian Donat yang Populer dan Inovatif
Donat merupakan salah satu camilan manis yang digemari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Cita rasanya yang lembut dan manis, serta teksturnya yang empuk membuat donat menjadi pilihan favorit untuk menemani waktu santai. Namun, seiring perkembangan zaman dan selera masyarakat, donat pun mengalami berbagai inovasi, terutama pada topping dan isiannya. Mulai dari topping klasik hingga varian modern yang kreatif, berikut ini adalah pembahasan lengkap mengenai jenis-jenis topping dan isian donat.
 
1. Glaze Klasik dari Icing Sugar
Glaze klasik dari icing sugar tetap menjadi pilihan favorit dalam dunia per-donat-an karena kesederhanaannya yang tak lekang oleh waktu. Terbuat dari campuran gula halus dengan sedikit air, susu, atau jus lemon, glasur ini menghasilkan lapisan tipis mengkilap yang mempercantik tampilan donat sekaligus memberikan rasa manis yang pas di lidah. Meskipun tampil sederhana, topping ini memiliki daya tarik tersendiri dan kerap dijadikan dasar untuk berbagai inovasi rasa lainnya, menjadikannya fondasi penting dalam evolusi topping donat modern.
 
2. Glaze Modern dengan Aneka Rasa
Inovasi dalam dunia donat kini semakin menarik dengan hadirnya glaze modern yang menawarkan beragam rasa dan tampilan yang menggugah selera. Jika dulu glasur hanya berupa lapisan gula sederhana, kini tersedia varian seperti cokelat dalam berbagai jenis, matcha yang unik dan sedikit pahit, tiramisu dengan sentuhan elegan kopi dan mascarpone, serta rasa buah seperti stroberi dan blueberry yang segar dan berwarna cerah. Tak hanya memanjakan lidah, topping ini juga diperkaya dengan taburan meses, sprinkle, kacang, keju, atau crumble biskuit, menjadikan setiap donat tak hanya lezat tapi juga cantik dan kekinian.
 
3. Donat Tanpa Lubang : Donat Isi yang Kaya Rasa
Donat tanpa lubang atau donat isi semakin populer karena menawarkan kejutan rasa di setiap gigitannya, menjadikannya favorit banyak pencinta camilan. Tidak berbentuk cincin seperti donat tradisional, varian ini hadir dengan beragam isian yang menggoda, mulai dari selai buah seperti stroberi dan blueberry yang manis-asam menyegarkan, hingga custard cream lembut dengan rasa vanilla atau karamel. Ada juga chocolate cremeux yang kental dan mewah, serta kombinasi keju dan krim keju yang memberikan sentuhan gurih-manis yang unik. Inovasi ini memperkaya pengalaman menikmati donat dengan pilihan rasa yang lebih beragam dan memanjakan lidah.
 
4. Donat Savory : Inovasi Donat Asin yang Makin Digemari
Tren donat savory atau donat asin kini semakin digemari sebagai alternatif unik dari donat manis yang biasa dikenal masyarakat. Inovator kuliner menghadirkan kreasi gurih dengan isian seperti daging asap, ayam suwir, sosis, hingga telur dan mayonnaise, serta topping saus keju atau sambal khas lokal yang menambah cita rasa menggoda. Donat jenis ini menawarkan pengalaman baru bagi pencinta camilan yang ingin sensasi rasa berbeda, sekaligus memperluas pasar donat dengan pilihan rasa yang lebih variatif dan menggugah selera.
 
5. Inovasi Bentuk Donat yang Semakin Kreatif
Inovasi dalam dunia donat kini tidak hanya terbatas pada topping dan isian, tetapi juga merambah ke bentuk yang semakin kreatif dan beragam. Dari yang dulunya hanya berbentuk bulat dengan lubang di tengah, kini hadir donat kotak yang bisa diisi dan disusun seperti sandwich, hingga donat berbentuk huruf dan angka yang cocok untuk perayaan ulang tahun atau momen spesial lainnya. Ada pula donat berbentuk binatang atau karakter kartun yang menarik perhatian anak-anak, serta variasi ukuran seperti mini donuts dan donat jumbo yang disesuaikan dengan kebutuhan acara. Bentuk-bentuk unik ini tidak hanya menambah daya tarik visual, tetapi juga membuka peluang ekspresi dan inovasi tanpa batas bagi para pembuat donat.
 
Kesimpulan
Donat adalah camilan legendaris yang telah melewati perjalanan panjang lintas budaya dan zaman, dari “olykoeks” Belanda hingga menjadi sajian global dengan beragam inovasi. Dengan bentuk klasik berlubang atau berisi, donat bukan hanya makanan manis yang digemari, tetapi juga simbol sejarah, tradisi, dan kreativitas kuliner.
 
Dari sejarah yang terkait dengan Perang Dunia I hingga penciptaan mesin produksi massal oleh Adolph Levitt, donat memiliki peran unik dalam budaya populer. Keberadaannya kini menjelma dalam bentuk modern seperti mochi donut, an-doughnut, dan berbagai topping kreatif mulai dari matcha hingga isian gurih.
 
Indonesia pun memiliki peran khusus dalam melestarikan dan memodifikasi donat, baik melalui UMKM seperti donat kampung maupun brand nasional seperti J.CO. Bahkan, kue tradisional seperti jalabria dan gandamesri menunjukkan adanya cita rasa lokal yang serupa dengan donat.
 
Secara keseluruhan, donat bukan sekadar camilan, tetapi juga bagian dari warisan kuliner dunia yang terus berkembang dan beradaptasi, mencerminkan kekayaan budaya dan selera masyarakat dari masa ke masa.
Baca Juga
Danar Food : Agen Bakso Ayam Terdekat dan Terpercaya untuk Kesuksesan Usaha Kuliner Anda
Danar Food : Agen Bakso Ayam Terdek ...

Admin Danar Food

5 jam yang lalu

Dimsum Keju Lumer Kekinian : Camilan Viral dengan Sensasi Renyah Gurih dan Creamy yang Bikin Nagih
Dimsum Keju Lumer Kekinian : Camila ...

Admin Danar Food

5 jam yang lalu

Dimsum Adalah Makanan Ringan dari Tiongkok : Sejarah, Jenis, Cara Membuat dan Peluang Bisnisnya
Dimsum Adalah Makanan Ringan dari T ...

Admin Danar Food

1 hari yang lalu

Roti Ring Premium di Dans KeiK : Nikmati Kelezatan Tradisional Semarang
Roti Ring Premium di Dans KeiK : Ni ...

Admin Danar Food

1 hari yang lalu

Jejak Sejarah Bakpao : Dari Persembahan Sungai di Tiongkok hingga Jajanan Populer Viral di Indonesia
Jejak Sejarah Bakpao : Dari Persemb ...

Admin Danar Food

2 hari yang lalu

Butuh Konsultasi? Silahkan Kontak Kami Kami Siap Membantu

Ada Pertanyan?