Transformasikan kreativitasmu dari lingkungan hidup dengan mengikuti Workshop Ecoprint yang mengungkap keajaiban seni dari alam. Temukan kisah inspiratif dan eksklusif dari workshop yang diadakan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Balai Kelurahan Candi Semarang pada 29 Juli 2023. Dihadiri oleh para ibu perwakilan dari berbagai RW, UMKM, dan LPMK, acara ini menampilkan teknik Ecoprint yang unik, menghasilkan motif kontemporer melalui proses menjiplak dedaunan dan merebusnya. Bergabunglah dalam menjelajahi kreativitas, keindahan alam, dan keunikan batik Ecoprint yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Jelajahi langkah-langkah membuat batik Ecoprint dan ciptakan karya eksklusifmu sendiri. Ikuti jejak sukses Tatien Collection dan rasakan keajaiban seni tradisional yang tetap relevan dan berinovasi di era modern ini.
Pada Sabtu, 29 Juli 2023, Balai Kelurahan Candi Semarang menjadi saksi kegiatan inspiratif yang diselenggarakan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), yakni Workshop Ecoprint. Acara ini mengundang para Ibu perwakilan dari beberapa RW, UMKM, dan LPMK untuk merasakan keasyikan dan keajaiban dari teknik Ecoprint.
Dihadiri oleh 30 peserta, workshop ini dimeriahkan oleh Ibu Tatien dan Ibu Martina, dua sosok yang tidak hanya membimbing namun juga menginspirasi sebagai pembina dan pemateri workshop Ecoprint.
Ecoprint, berasal dari gabungan kata eco yang berarti ekosistem atau lingkungan hayati, dan print yang berarti cetak. Teknik ini melibatkan proses menjiplak dedaunan dan kemudian merebusnya, menghasilkan motif yang unik dan kontemporer, lebih berbeda dari batik klasik yang umumnya dikenal.
Kegiatan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 14.00 WIB dengan tujuan utama membagi ilmu tentang penerapan teknik Ecoprint menggunakan alat dan bahan yang tersedia di sekitar lingkungan rumah. Selain itu, workshop ini juga bertujuan untuk mengembangkan jiwa kreativitas peserta, mengajak mereka untuk dekat dengan alam, mengenal berbagai jenis tanaman dan warna alami yang terkandung di dalamnya, serta belajar mengenal karakter daun untuk menciptakan karya eksklusif menggunakan bahan-bahan alami.
Setelah sesi workshop, dilanjutkan dengan praktek membuat kreasi Ecoprint. Hal ini bertujuan agar peserta dapat mengaplikasikan materi yang telah disampaikan oleh pemateri dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkreasi menciptakan karya-karya unik.
Salah satu contoh hasil kreasi Ecoprint adalah Tatien Collection, yang beralamat di Jl. Jomblang Barat No. 640 Semarang, yang menunjukkan bahwa kain batik Ecoprint memiliki keistimewaan tersendiri. Berikut adalah beberapa keistimewaan dari kain batik Ecoprint :
- Motif yang Unik : Pola yang dihasilkan dari teknik Ecoprint tidak teratur, menjadikannya unik dan berbeda dari batik lainnya.
- Eksklusif dan Berbeda : Motif kain batik Ecoprint bersifat lebih eksklusif dan berbeda karena setiap karya tidak ada yang sama.
- Nilai Ekonomis : Dengan corak dan motif yang alami, produk batik Ecoprint memiliki nilai ekonomis yang tinggi, bahkan harganya hampir sama dengan batik tulis.
Pemanfaatan batik Ecoprint sangat luas, antara lain untuk pakaian, blus, kemeja, dress, rok wanita, scarf, tote bag, tempat tissue, dan pouch.
Bagi yang ingin mencoba membuat batik Ecoprint, berikut langkah-langkahnya :
- Menyiapkan Kain Mori : Rendam kain menggunakan TRO dan Soda Ash, kemudian keringkan.
- Mordanting Kain Mori : Rendam kain menggunakan campuran tawas dan air selama satu jam, lalu keringkan di bawah sinar matahari.
- Proses Penataan Daun dan Bunga : Susun daun dan bunga pada kain, lalu lakukan proses pengukusan.
- Naturalisasi : Proses akhir untuk menjaga warna dan kekuatan serat kain.
Kegiatan workshop Ecoprint di Balai Kelurahan Candi Semarang telah membawa banyak inspirasi dan keajaiban bagi para pesertanya. Dengan kreativitas dan keunikan motifnya, batik Ecoprint menjadi bukti nyata bahwa seni tradisional bisa tetap relevan dan berinovasi di era modern ini.
Dihadiri oleh 30 peserta, workshop ini dimeriahkan oleh Ibu Tatien dan Ibu Martina, dua sosok yang tidak hanya membimbing namun juga menginspirasi sebagai pembina dan pemateri workshop Ecoprint.
Ecoprint, berasal dari gabungan kata eco yang berarti ekosistem atau lingkungan hayati, dan print yang berarti cetak. Teknik ini melibatkan proses menjiplak dedaunan dan kemudian merebusnya, menghasilkan motif yang unik dan kontemporer, lebih berbeda dari batik klasik yang umumnya dikenal.
Kegiatan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 14.00 WIB dengan tujuan utama membagi ilmu tentang penerapan teknik Ecoprint menggunakan alat dan bahan yang tersedia di sekitar lingkungan rumah. Selain itu, workshop ini juga bertujuan untuk mengembangkan jiwa kreativitas peserta, mengajak mereka untuk dekat dengan alam, mengenal berbagai jenis tanaman dan warna alami yang terkandung di dalamnya, serta belajar mengenal karakter daun untuk menciptakan karya eksklusif menggunakan bahan-bahan alami.
Setelah sesi workshop, dilanjutkan dengan praktek membuat kreasi Ecoprint. Hal ini bertujuan agar peserta dapat mengaplikasikan materi yang telah disampaikan oleh pemateri dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkreasi menciptakan karya-karya unik.
Salah satu contoh hasil kreasi Ecoprint adalah Tatien Collection, yang beralamat di Jl. Jomblang Barat No. 640 Semarang, yang menunjukkan bahwa kain batik Ecoprint memiliki keistimewaan tersendiri. Berikut adalah beberapa keistimewaan dari kain batik Ecoprint :
- Motif yang Unik : Pola yang dihasilkan dari teknik Ecoprint tidak teratur, menjadikannya unik dan berbeda dari batik lainnya.
- Eksklusif dan Berbeda : Motif kain batik Ecoprint bersifat lebih eksklusif dan berbeda karena setiap karya tidak ada yang sama.
- Nilai Ekonomis : Dengan corak dan motif yang alami, produk batik Ecoprint memiliki nilai ekonomis yang tinggi, bahkan harganya hampir sama dengan batik tulis.
Pemanfaatan batik Ecoprint sangat luas, antara lain untuk pakaian, blus, kemeja, dress, rok wanita, scarf, tote bag, tempat tissue, dan pouch.
Bagi yang ingin mencoba membuat batik Ecoprint, berikut langkah-langkahnya :
- Menyiapkan Kain Mori : Rendam kain menggunakan TRO dan Soda Ash, kemudian keringkan.
- Mordanting Kain Mori : Rendam kain menggunakan campuran tawas dan air selama satu jam, lalu keringkan di bawah sinar matahari.
- Proses Penataan Daun dan Bunga : Susun daun dan bunga pada kain, lalu lakukan proses pengukusan.
- Naturalisasi : Proses akhir untuk menjaga warna dan kekuatan serat kain.
Kegiatan workshop Ecoprint di Balai Kelurahan Candi Semarang telah membawa banyak inspirasi dan keajaiban bagi para pesertanya. Dengan kreativitas dan keunikan motifnya, batik Ecoprint menjadi bukti nyata bahwa seni tradisional bisa tetap relevan dan berinovasi di era modern ini.