Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menggagas lomba ini sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT RI ke-78. Tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan konsep ketahanan pangan, urban farming, keseimbangan gizi makanan, serta penanggulangan stunting kepada masyarakat luas. Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota Semarang, ingin menggerakkan kembali kegiatan memasak di dapur, dengan cara yang menyenangkan dan mudah, seperti lomba memasak nasi goreng.
Pemenang lomba nasi goreng khas Mbak Ita harus memenuhi kriteria 'Isi Piringku', yakni 1/3 nasi, 1/3 lauk, 1/6 buah, dan 1/6 sayur. Hal ini tidak hanya mengedukasi para peserta lomba, tetapi juga diharapkan dapat diterapkan dalam penyajian makanan sehari-hari di rumah, serta mendorong anak-anak untuk lebih mencintai masakan rumah dan menghindari makanan tidak sehat.
Perlombaan ini bukan sekadar memasak, tetapi juga melibatkan kreativitas dalam pembuatan video yang merekam proses pembuatan nasi goreng dan penyajian, serta pembuatan yel-yel yang unik untuk semangat peserta. Video-video tersebut diunggah ke Instagram dan dinilai berdasarkan jumlah like, penyajian, dan kreativitas resep.
Peserta lomba berasal dari ibu-ibu PKK setiap RT di Kota Semarang, dimulai sejak 10 Juli 2023. Mereka wajib mengirimkan 10 orang perwakilan dan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp25 ribu. Lomba berlangsung secara berjenjang, dimulai dari tingkat kelurahan hingga babak final yang akan digelar di Jalan Pemuda Semarang pada tanggal 27 Agustus 2023.
Jadwal lengkap lomba nasi goreng khas Mbak Ita adalah sebagai berikut :
- Pengiriman video setiap RT : 10 Juli-23 Agustus 2023
- Lomba tingkat kelurahan : 24 Juli-8 Agustus 2023
- Babak final : 27 Agustus 2023
Dengan aturan yang ketat namun menyenangkan, lomba nasi goreng khas Mbak Ita telah menjadi viral dan menarik perhatian banyak masyarakat Kota Semarang. Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam mempromosikan kegiatan memasak di rumah dan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dalam masyarakat.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menggagas lomba ini sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT RI ke-78. Tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan konsep ketahanan pangan, urban farming, keseimbangan gizi makanan, serta penanggulangan stunting kepada masyarakat luas. Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota Semarang, ingin menggerakkan kembali kegiatan memasak di dapur, dengan cara yang menyenangkan dan mudah, seperti lomba memasak nasi goreng.
Pemenang lomba nasi goreng khas Mbak Ita harus memenuhi kriteria 'Isi Piringku', yakni 1/3 nasi, 1/3 lauk, 1/6 buah, dan 1/6 sayur. Hal ini tidak hanya mengedukasi para peserta lomba, tetapi juga diharapkan dapat diterapkan dalam penyajian makanan sehari-hari di rumah, serta mendorong anak-anak untuk lebih mencintai masakan rumah dan menghindari makanan tidak sehat.
Perlombaan ini bukan sekadar memasak, tetapi juga melibatkan kreativitas dalam pembuatan video yang merekam proses pembuatan nasi goreng dan penyajian, serta pembuatan yel-yel yang unik untuk semangat peserta. Video-video tersebut diunggah ke Instagram dan dinilai berdasarkan jumlah like, penyajian, dan kreativitas resep.
Peserta lomba berasal dari ibu-ibu PKK setiap RT di Kota Semarang, dimulai sejak 10 Juli 2023. Mereka wajib mengirimkan 10 orang perwakilan dan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp25 ribu. Lomba berlangsung secara berjenjang, dimulai dari tingkat kelurahan hingga babak final yang akan digelar di Jalan Pemuda Semarang pada tanggal 27 Agustus 2023.
Jadwal lengkap lomba nasi goreng khas Mbak Ita adalah sebagai berikut :
- Pengiriman video setiap RT : 10 Juli-23 Agustus 2023
- Lomba tingkat kelurahan : 24 Juli-8 Agustus 2023
- Babak final : 27 Agustus 2023
Dengan aturan yang ketat namun menyenangkan, lomba nasi goreng khas Mbak Ita telah menjadi viral dan menarik perhatian banyak masyarakat Kota Semarang. Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam mempromosikan kegiatan memasak di rumah dan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dalam masyarakat.