Selain susu sapi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah juga mempunyai kuliner khas yang sangat terkenal, yaitu Soto Seger. Kuliner ini berisi nasi putih, tauge, daun seledri, irisan daging sapi rendah lemak, yang disiram kuah bening dan ditaburi bawang goreng.
Saat berkunjung ke Boyolali, tidak sulit untuk menemukan kuliner soto. Namun, yang paling legendaris dan menjadi pelopor adalah Soto Segeer Hj. Fatimah. Warung soto ini menjadi langganan para artis dan pejabat. Bahkan Presiden Jokowi bersama keluarga pernah beberapa kali singgah untuk menikmati Soto Segeer Hj. Fatimah ini.
Warung Soto Segeer Hj. Fatimah awalnya bernama Soto Segeer Mbok Giyem. Buka sejak tahun 1990-an, Soto Segeer Hj. Fatimah awalnya merupakan warung tenda kaki lima di emperan toko. Cita rasanya yang khas membuat Soto Segeer Hj. Fatimah dicari pelanggan. Tidak heran jika sekarang Soto Segeer Hj. Fatimah sudah memiliki lebih dari 10 cabang. Salah satu cabangnya ada di Jalan Pandanaran, Boyolali.
Dalam sehari, warung yang buka mulai pukul 06.00-20.00 ini bisa menjual lebih dari 300 porsi soto. Selain soto daging sapi, ada juga soto ayam yang disediakan di sini. Menyantap Soto Seger akan lebih nikmat jika ditambahkan aneka lauk mulai dari tempe goreng kering, bakwan hingga sate kikil dan jerohan sapi.
Pengalaman Pribadi di Warung Soto Segeer Hj Fatimah
Saya sendiri sudah lama tidak berkunjung ke Boyolali, meskipun sebenarnya jaraknya tidak terlalu jauh dari Semarang. Salah satu makanan yang saya kangenin di Boyolali adalah Soto Segeer khas Boyolali di Warung Hj Fatimah.
Warung Soto Segeer ini memiliki 3 lokasi. Lokasi pertama dan kedua ada di Kabupaten Boyolali tepatnya di Jalan Garuda dan Jalan Pandanaran 257. Sedangkan lokasi ketiganya ada di Solo, tepatnya di Jalan Bhayangkara Tipes. Di jalanan masuk Kota Boyolali, di sepanjang Jalan Pandanaran ini banyak berjajar soto seger khas Boyolali, tetapi yang paling terkenal adalah Soto Segeer Hj Fatimah ini.
Soto Segeer Hj Fatimah dulunya adalah Warung Soto Mbok Giyem yang sudah terkenal sejak dulu, bisa dibilang ini sudah legendaris. Pantesan saja, semakin siang semakin banyak pembelinya. Kemarin pun saya harus cepat-cepat agar kebagian tempat duduk. Saat pertama kali masuk, aroma kaldu langsung menyambut ditambah lagi dengan alunan lagu keroncong. Setelah mendapat tempat duduk, saya langsung memesan menu pada pelayan yang sibuk melayani pembeli.
Di warung ini, Anda bisa pesan soto ayam atau pun soto daging. Jika Anda tidak terlalu lapar, Anda juga bisa pesan setengah porsi. Tetapi karena saya sedang lapar plus sangat ingin makan soto ini, rasanya setengah porsi akan kurang. Hahaha..
Jika dilihat sekilas, soto ini mirip dengan Soto Semarang dan Soto Kudus yang kuahnya bening. Kesamaan lainnya adalah soto ini disajikan dalam mangkok kecil yang berisi nasi, tauge, seledri, dan bawang goreng. Bedanya adalah penggunaan daging sapi pada soto Boyolali ini.
Di meja, sudah disediakan kecap, sambal, dan jeruk nipis. Biasanya saya tidak terlalu suka menambahkan banyak kecap atau sambal saat makan soto, karena takut merubah cita rasa asli dari kuah sotonya. Meskipun kuah soto ini terlihat bening, tapi kaldu dagingnya terasa sekali. Segar sekali, sesuai dengan namanya. Saya senang potongan dagingnya lumayan banyak dan teksturnya empuk banget, tidak alot saat dikunyah.
Sebagai pelengkap untuk menikmati soto ini, disediakan juga sate dan gorengan. Ini yang membuat soto ini makin berasa nikmat, Anda bisa menikmati beragam lauk dengan ukuran jumbo. Anda bisa pilih sate telur puyuh, paru, kerang, usus, hingga gorengan dan jajanan pasar yang cukup lengkap.
Meskipun seporsi soto ini penyajiannya di mangkok kecil, tapi benar-benar membuat kenyang, karena saya mengambil lauk sate dan gorengan lebih dari satu. Hahaha.. Soto ini bisa jadi pilihan kuliner Anda jika sedang jalan-jalan ke Boyolali. Untuk masalah harga, Anda tidak perlu khawatir bakal menguras kantong karena harga seporsi soto Boyolali ini cukup terjangkau.
Selain susu sapi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah juga mempunyai kuliner khas yang sangat terkenal, yaitu Soto Seger. Kuliner ini berisi nasi putih, tauge, daun seledri, irisan daging sapi rendah lemak, yang disiram kuah bening dan ditaburi bawang goreng.
Saat berkunjung ke Boyolali, tidak sulit untuk menemukan kuliner soto. Namun, yang paling legendaris dan menjadi pelopor adalah Soto Segeer Hj. Fatimah. Warung soto ini menjadi langganan para artis dan pejabat. Bahkan Presiden Jokowi bersama keluarga pernah beberapa kali singgah untuk menikmati Soto Segeer Hj. Fatimah ini.
Warung Soto Segeer Hj. Fatimah awalnya bernama Soto Segeer Mbok Giyem. Buka sejak tahun 1990-an, Soto Segeer Hj. Fatimah awalnya merupakan warung tenda kaki lima di emperan toko. Cita rasanya yang khas membuat Soto Segeer Hj. Fatimah dicari pelanggan. Tidak heran jika sekarang Soto Segeer Hj. Fatimah sudah memiliki lebih dari 10 cabang. Salah satu cabangnya ada di Jalan Pandanaran, Boyolali.
Dalam sehari, warung yang buka mulai pukul 06.00-20.00 ini bisa menjual lebih dari 300 porsi soto. Selain soto daging sapi, ada juga soto ayam yang disediakan di sini. Menyantap Soto Seger akan lebih nikmat jika ditambahkan aneka lauk mulai dari tempe goreng kering, bakwan hingga sate kikil dan jerohan sapi.
Pengalaman Pribadi di Warung Soto Segeer Hj Fatimah
Saya sendiri sudah lama tidak berkunjung ke Boyolali, meskipun sebenarnya jaraknya tidak terlalu jauh dari Semarang. Salah satu makanan yang saya kangenin di Boyolali adalah Soto Segeer khas Boyolali di Warung Hj Fatimah.
Warung Soto Segeer ini memiliki 3 lokasi. Lokasi pertama dan kedua ada di Kabupaten Boyolali tepatnya di Jalan Garuda dan Jalan Pandanaran 257. Sedangkan lokasi ketiganya ada di Solo, tepatnya di Jalan Bhayangkara Tipes. Di jalanan masuk Kota Boyolali, di sepanjang Jalan Pandanaran ini banyak berjajar soto seger khas Boyolali, tetapi yang paling terkenal adalah Soto Segeer Hj Fatimah ini.
Soto Segeer Hj Fatimah dulunya adalah Warung Soto Mbok Giyem yang sudah terkenal sejak dulu, bisa dibilang ini sudah legendaris. Pantesan saja, semakin siang semakin banyak pembelinya. Kemarin pun saya harus cepat-cepat agar kebagian tempat duduk. Saat pertama kali masuk, aroma kaldu langsung menyambut ditambah lagi dengan alunan lagu keroncong. Setelah mendapat tempat duduk, saya langsung memesan menu pada pelayan yang sibuk melayani pembeli.
Di warung ini, Anda bisa pesan soto ayam atau pun soto daging. Jika Anda tidak terlalu lapar, Anda juga bisa pesan setengah porsi. Tetapi karena saya sedang lapar plus sangat ingin makan soto ini, rasanya setengah porsi akan kurang. Hahaha..
Jika dilihat sekilas, soto ini mirip dengan Soto Semarang dan Soto Kudus yang kuahnya bening. Kesamaan lainnya adalah soto ini disajikan dalam mangkok kecil yang berisi nasi, tauge, seledri, dan bawang goreng. Bedanya adalah penggunaan daging sapi pada soto Boyolali ini.
Di meja, sudah disediakan kecap, sambal, dan jeruk nipis. Biasanya saya tidak terlalu suka menambahkan banyak kecap atau sambal saat makan soto, karena takut merubah cita rasa asli dari kuah sotonya. Meskipun kuah soto ini terlihat bening, tapi kaldu dagingnya terasa sekali. Segar sekali, sesuai dengan namanya. Saya senang potongan dagingnya lumayan banyak dan teksturnya empuk banget, tidak alot saat dikunyah.
Sebagai pelengkap untuk menikmati soto ini, disediakan juga sate dan gorengan. Ini yang membuat soto ini makin berasa nikmat, Anda bisa menikmati beragam lauk dengan ukuran jumbo. Anda bisa pilih sate telur puyuh, paru, kerang, usus, hingga gorengan dan jajanan pasar yang cukup lengkap.
Meskipun seporsi soto ini penyajiannya di mangkok kecil, tapi benar-benar membuat kenyang, karena saya mengambil lauk sate dan gorengan lebih dari satu. Hahaha.. Soto ini bisa jadi pilihan kuliner Anda jika sedang jalan-jalan ke Boyolali. Untuk masalah harga, Anda tidak perlu khawatir bakal menguras kantong karena harga seporsi soto Boyolali ini cukup terjangkau.